Ikuti Saya di:
Showing posts with label Product. Show all posts
Showing posts with label Product. Show all posts
Mengatasi Gugup Komunikasi

Gugup komunikasi bukan gagap namun gugup, atau bahasa sederhananya Memiliki Gangguan saat berkomunikasi, ketika bercakap-cakap, maupun berbicara didepan publik,seperti salah satu contoh kasus cliens saya, ketika Building rapport dia mengatah" mas saya ketika berkomunikasi seriing gugup, soalnya ketika saya mulai fokus pada pembicaraan, tiba-tiba pikiran lain datang sehingga fokusnya hilang dan tiba-tiba beralih kepercakapan lain, bahkan kadang-kadang sering tersendat-sendat"

untuk contoh kasus sederhana bisa dilakukan hal-hal berikut yang tentunya tips ini cukup ampuh mengatasi gangguan komunikasi, kanghabaib sendiri awalnya pernah mengalami gangguan komukasi, yaitu tersendat-sendat dalam menyampaikan materi. masalah ini sebenarnya didasari suatu permasalahan yaitu "Tidak bisa FOKUS"
berikut tipsnya :

1. Biasakan setiap akan memulai aktifitas, diam sejenak (meditasi)atur pernafasan serileks mungkin dan bayangkan(isualisasikan sejelas-jelasnya) diri anda dimasa depan "anda seorang pembicara handal yang dengan luar biasnya berkomunikasi dengan lancar, bahkan audience yang menyaksikan anda sangat antusias mendengarkan anda' lakukan ini terus menerus hingga anda menjadi lancar dalam berkomunikasi.

2.ini salah satu tips dari DEMIAN ADYTIA seorang magician terkenal Indonesia, jika anda hendak berkomunikasi, berlagaklah seperti halnya anda BERCERITA, bahkan jika bisa gunakan bahasa tubuh anda untuk mendukung komunikasi anda hingga lancar. lakukan terus menerus.

dua tips sederhana ini bisa anda lakukan, dan selama ini hasilny sunnguh sangat powerfull. jika anda masih mengalami masalah gangguan yang sangat berat, anda bisa datang ke clinik hypnotherapi saya, atau mengubungi cliens saya dikolom halaman depan website ini

Smart Learning

Pada era yang semakin global dimana semakin besar dan kuatnya persaingan antar sumber daya manusia yang berkompeten tinggi membuat kita sebagai manusia harus mempersiapkan diri dan membangun serta meningkatkan sumber daya yang ada khususnya sumber daya manusia.

Pendidikan adalah salah satu cara untuk meningkatkan sumberdaya manusia yang berkualitas namun dengan deras-nya arus modernisasi serta pengaruh buruk dari peradaban asing serta kecangihan teknologi membuat anak didik/siswa mudah terpengaruh informasi serta tayangan yang negatif sehingga menimbulkan perilaku buruk serta siswa sulit untuk konsentrasi dan focus.

Hipnoterapi adalah salah satu metode yang bisa meningkatkan konsentrasi serta fokuus Siswa, sehingga Kemampuan belajar seorang anak bisa ditingkatkan dengan metode hipnoterapi. Bukan membuat si anak cerdas, namun meningkatkan kemampuan-nya agar jadi lebih baik. Termasuk kemampuan menghafal materi pelajaran.
Dengan metode hipnoterapi, peran diri si anak akan terbantu, sehingga memudahkan proses belajarnya. Membaca jauh lebih cepat, saat menghafal jauh lebih mudah, karena semua akses pikiran dan otak di-set kekesadaran tertinggih-nya.

Hipnoterapi adalah sebuah aplikasi hipnosis untuk kepentingan terapi. berbagai macam penyakit yang berkaitan dengan mental dan emosi, seperti ketakutan, stress, atau insomnia, bisa pandu peneymbuhan dengan metode hipnoterapi. “Termasuk semangat belajar juga bisa ditingkatkan dengan hipnosis. Jadi hipnoterapi bisa untuk memperbaiki kebiasaan buruk dan Malas belajar adalah merupakan kebiasaan buruk.
Hipnosis bisa membuat seorang anak yang memiliki konsep diri sulit belajar, menjadi sangat mudah belajar. Karena hipnosis bisa membuat pikiran anak jadi rileks, dan lebih santai hingga belajar pun jadi indah dan menyenangkan, menghafalkan lebih mudah. Ini bisa terjadi dengan membuka akses pikiran bawah sadar (Un-conscious mind) yang menyimpan berbagai macam memori dan merupan gudangnya memori. Bila akses ini dibuka, sesuatu yang sudah terlupakan, dengan mudah bisa diingat kembali. Termasuk memori saat masih berumur dibawah 3 tahun, bahkan ketika masih di dalam kandungan sekalipun.
Seringkali terjadi pada anak-anak, ketika mereka menghadapi ujian belajar, lupa dengan apa yang sudah dipelajarinya. Tapi setelah ujian, waktu diluar kelas, jadi ingat semua. “itu karena pikiran tegang semua memori seolah-olah tertutup, sehingga lupa. Ini problemnya. Nah, hipnosis sebetulnya merelaksasikan ketegangan itu, sehingga memorinya tidak tertutup lagi.
Metode SMART LEARNING didesign oleh Pakar dan Ahli hypnosis dengan pengembangan berbagai disiplin keilmuhanan antara lain Hypnosis, Neuro Lingusitic Programming, Psycologi, Psykokinetis, dan Neuro Science.
Metode SMART LEARNING ini bekerja dengan cara masuk ke dalam pikiran bawah sadar (Un-conscious Mind) yang bersangkutan, dimana terletak berbagai file termasuk data kebiasaan untuk belajar, kebiasaan untuk rajin, kebiasaan untuk mental juara.
Intinya, saat keadaan relaks, tubuh relaks seperti orang sedang melakukan meditasi, beryoga, gerbang bawah sadar akan terbuka. Ketika itu pintu gerbang pikiran bawah sadar terbuka, apa saja yang ada di pikiran bawah sadar, seperti konsep diri, percaya diri, fungsi memori, fungsi belajar, dan sebagainya, bisa dimenejemen dengan baik. Sebaliknya ketika anak tegang, dengan metode diancam, ditakut takuti, dan sebagainya, pikiran bawah sadarnya akan menutup. Yang ada dipikirannya kemudian justru bagaimana menyelamatkan diri dari ketegangan itu. Otomatis lupa semua dan belajarnya jadi amburadul.
Lebih luas lagi, hipnosis bisa membantu meningkatkan prestasi seseorang, bukan anak-anak saja. Konsep diri seperti konsep belajar, mental pemenang, dan sebagainya itu ada pada setiap orang. Pada anak-anak, konsep dirinya akan menjadi buruk, bila dipengaruhi oleh lingkungannya seperti TV, koran, radio, yang banyak mengungkapkan hal-hal negatif. Sehingga mempengaruhi konsep diri anak. Misalnya, belum-belum si anak sudah berpikiran “Wah bahasa inggris itu sulit”. Padahal ketika dia masih balita, saat belum mengenal kosa kata ‘sulit’, belajar apapun jadi mudah. Dengan hipnosis mental-mental buruk semacam itu berusaha ditata ulang dan menejemen ulang.


Metode SMART LEARNING didesign dalam beberapa tahapan.
1. REFRESHING… Cara kerja pikiran sebenarnya sama persis dengan cara kerja computer Karena pada dasarnya computer diciptakan dengan memodel cara kerja pikiran manusia. Jika dalam computer terjadi ”Hang/Ngadat” maka computer harus direfresh atau direstart agar bisa bekerja kembali secara maksimal. Begitu juga dengan pikiran manusia ketika terjadi “stack atau tegang” maka pikiran juga harus di refresh agar bisa bekerja secara maksimal juga.

2. RECOLLECTION….. Disamping computer perlu untuk di refresh, computer juga perlu untuk didefragmentasi atau ditata ulang file/data yang tersedia agar mudah dan cepat untuk diakses. Demikian juga dengan pikiran manusia ketika file atau memori yang tersimpan tidak beraturan dan berantakan tentunya perlu metode untuk mendefragmentasi (menata ulang file atau memori) tersebut agar juga mudah dan cepat untuk di akses, dan metode tesrsebut kami sebut dengan Recollection.

3. SILENT SITTING…. Metode ini mirip dengan meditasi dimana dengan meditasi akan membuat tubuh dan fikiran kita rileks dan dengan pikiran rileks akan meningkatkan kemampuan Panca Indra anak/siswa agar peka terhadap informasi yang masuk, baik lewat pendengaran, pengelihatan maupun perasaan. Dan dengan metode anak/siswa ini akan mempermudah mengakses ingatan serta bisa mengontrol emosi dengan baik.

4. MIND-PROGRAMMING…. Setelah dilakukan refreshing, recollection dan Silent Sitting maka selanjut-nya dilakukan Pemrogramman Pikiran dimana dalam metode ini anak/siswa akan dibawah masuk kekondisi pikiran bawah sadar-nya (Un-Conscious Mind) dan dalam tahapan selanjutnya anak/siswa diajarkan untuk mengakses kesadaran tertinggi-nya atau kebijaksanaan tertingginya, sehingga dalam kondisi ini anak/siswa mampu melihat “Sang GENIUS ” dan POTENSI POSITIF serta KEMAMPUAN yang ada dalam diri-nya. Dalam proses pemrograman ini juga merupakan metode untuk meng-Un-install program-progam negatif dan digantikan dengan program-program positif, serta menanamkan MENTAL JUARA dalam diri anak/siswa.

copying: www.alfanhipnoterapi.com

Privat Hypnosis/Hypnotherapi

SPESIAL BUAT ANDA YANG INGIN DEKAT DENGAN SANG MASTER, BAPAK NURUL HABAIB MEMPERSEMBAHKAN PRIVAT CLASS

pelatihan tercepat dengang menggunakan tehnik yang luar biasa, cocok buat anda yang ingin terjun langsung ke dunia hypnosis maupun hypnoterapi.

tapi saya belum pernah belajar sebelumnya? belum pernah mengenal hypnosis dan hypnotherapi???
anda tidak perlu khawatir karena bapak.nurul habaib akan membimbing anda hingga bisa. dan langsung praktek on the street.

tapi kan biasanya biayanya mahal sekali?
spesial buat anda yang ingin belajar sungguh2 maka bapak nurul habaib memberikan harga khusus buat anda(hubungi costumer servise bpk.Nur)


apa kelebihan PRIVAT ini?
anda akan mendapatkan kenyamanan, serta setifikat resmi IBH dan anda dapat belajar disetiap pelatihan yang diselenggarakan oleh bapak nur secara GRATIS seumur hidup

adakah jaminan saya pasti bisa ??







Dynamics Of The Handshake Induction

The handshake induction is one of the most fascinating and effective procedures developed by Erickson for
initiating trance. Is is essentially a surprise that interrupts a subject's habitual framework to initiate a
momentary confusion. A receptivity for clarifying suggestions is thus initiated with an expectancy for
further stimuli and direction. In a letter in Weitzenhoffer in 1061 Erickson described his approach to the
handshake induction as a means of initiating catalepsy. When he released the subject's hand, it would
remain fixed in a cataleptic position or would keep moving in any direction he initiated. He used this
approach as a test to assess hypnotic susceptibility and as an induction procedure. The prerequisites for a
successful handshake induction are a willingness on the part of the subject to be approached, an
appropriate situation, and the suitability of the situation for a continuation of the experience. An edited
version of his outline of the whole process and some variations is as follows

4 6:07 PM
Milton H. Erickson:
The Handshake Induction
Dynamics Of
The Handshake Induction
The handshake induction is one of the most fascinating and effective procedures developed by Erickson for
initiating trance. Is is essentially a surprise that interrupts a subject's habitual framework to initiate a
momentary confusion. A receptivity for clarifying suggestions is thus initiated with an expectancy for
further stimuli and direction. In a letter in Weitzenhoffer in 1061 Erickson described his approach to the
handshake induction as a means of initiating catalepsy. When he released the subject's hand, it would
remain fixed in a cataleptic position or would keep moving in any direction he initiated. He used this
approach as a test to assess hypnotic susceptibility and as an induction procedure. The prerequisites for a
successful handshake induction are a willingness on the part of the subject to be approached, an
appropriate situation, and the suitability of the situation for a continuation of the experience. An edited
version of his outline of the whole process and some variations is as follows:

movement. Occasionally a downward nudge or push is required. If a strong push or nudge is required,
check for anaesthesia.
There are several colleagues who won't shake hands with me unless I reassure them first, because they
developed a profound glove anaesthesia when I used this procedure on them. I shook hands with them,
looked them in the eyes, slowly yet rapidly immobilised my facial expression, and then focused my eyes on
a spot far behind them. I then slowly and imperceptibly removed my hand from theirs and slowly moved to
one side out of their direct line of vision. I have had it described variously, but the following is one of the
most graphic. "I had heard about you and I wanted to meet you and you looked so interested and you
shook hands so warmly. All of a sudden my arm was gone and your face changed and got so far away.
Then the left side of your face, until that slowly vanished also.". At that moment the subject's eyes were
fixed straight ahead, so that when I moved to the left out to his line of vision, the left side of my face
"disappeared" first and then the right side also. "Your face slowly came back, you came close and smiled
and said you would like to use me Saturday afternoon. Then I noticed my hand and asked you about it
because I couldn't feel my whole arm... you just said to keep it that way just a little while for the
experience."
You give the elevated right hand (now cataleptic in the handshake position) the suggestion of a downward
movement with a light touch. At the same time, with your other hand, you give a gentle touch indicating an
upward movement for the subject's left hand. Then you have his left hand lifting, right hand lowering.
When right hand reaches the lap, it will stop. The upward course of the left hand may stop or it may
continue. I am likely to give it another touch and direct it toward the face so that some part will touch one
eye. That effects eye closure and is very effective in inducing a deep trance without a single word having
been spoken
There are other nonverbal suggestions. for example, what if my subject make no response to my efforts
with his right hand and the situation looks hopeless? If he is not looking at my face, my slow, gentle
out-of-keeping-with-the-situation movements (remember: out-of-keeping) compel him to look at my face.
I freeze my expression, refocus my gaze, and by slow head movements direct his gaze to his left hand,
toward which my right hand is slowly, apparently purposelessly moving. As my right hand touches his left
with a slight, gentle, upward movement, my left hand with very gentle firmness, just barely enough, presses
down on his right hand for a moment until it moves. Thus, I confirm and reaffirm the downward movement
of his right hand, a suggestion he accepts along with the tactile suggestion of left hand levitation. This
upward movement is augmented by the fact that he has been breathing in time with me and that my right
hand gives his left hand that upward touch at the moment when he is beginning an inspiration. This is
further reinforced by whatever peripheral vision he has that notes the upward movement of my body as I
inhale and as I slowly lift my body and head up and backward, when I give his left hand that upward
touch."
Erickson's description of his handshake induction is s bit breathtaking to the beginner. How does one keep
all of that in mind? How does one develop such a gentle touch and such skill? Above all, how does one
learn to utilise whatever happens in the situation as a means of further focusing the subject's attention and
inner involvement so that trance develops? Obviously a certain amount of dedication and patience are
required to develop such skill. It is much more than a matter of simply shaking hands in a certain way.
Shaking hands is simply a context in which Erickson makes contact with a person. He then utilises this
context to fix attention inward and so set the situation for that possible development of trance.
As he shakes hands, Erickson is himself fully focused on where the subject's attention is. Initially the
subjects' attention is on a conventional social encounter, then, with the unexpected touches as their hand is
released, there is a momentary confusion and their attention is rapidly focused on his hand. At this point
"resistant" subjects might rapidly withdraw their hand and end the situation. Subjects who are ready to
experience trance will be curious about what is happening. Their attention is fixed and they remain open
and ready for further directing stimuli. The directing touches are so gentle and unusual that subjects'
cognition has no way of evaluating them; the subjects have been given a rapid series of nonverbal cues to
keep their hand fixed in one position (see last paragraph of the initiation), but they are not aware of it.
Their hand responds to the directing touches for immobility, but they do not know why. It is simply a case
Their hand responds to the directing touches for immobility, but they do not know why. It is simply a case
of an automatic response on the kinesthetic level that initially defies conscious analysis because the subjects
have had no previous experience with it. The directing touches for movement are responded to on the same
level, with a similar gap in awareness and understanding.
The subjects find themselves responding in an unusual way without knowing why. Their attention is now
directed inward in an intense search for an answer or for some orientation. This inner direction and search
is the basic nature of "trance". Subjects may become so preoccupied in their inner search that the usual
sensory-perceptual processes of our normal reality orientation are momentarily suspended. The subjects
may then experience an anaesthesia, a lacuna in vision or audition, a time distortion, a deja vu, a sense of
disorientation or vertigo, and so on. At this moment the subjects are open for further verbal or nonverbal
suggestions that can intensify the inner search (trance) in one direction or another.
[From Erickson M.H., Rossi E. & Rossi S . Hypnotic Realities. New York: Irvington, 1976.]